HARAPAN
Delusi reformasi.
Doa membara, melindungi demokrasi
lapuk.
SYUKUR
Indahnya ayat-ayatMu.
Menyejukkan hati, amunisi
kekuatanku : Alhamdulillah.
BERHENTI
Ombak berdebur.
Vuvuzela kuletakkan, diam, azan
berkumandang!
ZAMAN
INI
Negeri dekadensi.
Bumbu zaman berkiblat amoral,
Astagfirullah.
ANUGERAH
Rengkuhan kasihMu.
Pertemukanku, menyapa imam penuntun
surgaku.
~Puisi yang
berjudul “Harapan, Syukur, Berhenti, Zaman Ini, Anugerah” di
atas terpilih menjadi kontributor dalam even lomba menulis puisi 2,7 (dua baris
tujuh kata) dengan tema “Religi” dan dibukukan bersama karya penulis lainnya
dalam buku antologi Puisi.
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








baru tau gue ada puisi pendek banget kek gini
ReplyDelete