Celoteh asal dalam sebuah jejaring sosial.
Menyerempet kaum usAng.
Derai tangis mengiringi duka
ketidaksengajaan.
Sebuah kontroversi pengingat masa
lalu.
Dalam canda ia terjatuh.
Memposting gambar tanpa melihat apa yang
akan didapat.
Sebuah hukum pun tetap berlaku.
Tak peduli orang berpunya atau
miskin sekali pun.
Sebuah tindakan yang tak seharusnya.
Memuai bersama geramnya amarah sang pembela.
Tangis sesak dari sang Ibunda
mengalir di sudut pasrah.
Melihat sang anak dituntut
pengadilan.
Yah, itu adalah wujud dari sebuah
duka.
Menggulung malu bercermin melas.
Sungguh malang bagai di tepi jurang.
Ibunda rela bersujud memohon.
Tuan, maafkan anakku.
Maaf, maaf, maaf.
Kata itu terus terucap seiring
derai airmata.
Sang anak tetap bersalah meski
dengan alasan iseng.
Itulah efek sebuah kecanggihan
tekhnologi yang membutakan.
Berharap eksis dan berpartisipasi
di dalam media sosial.
Ia tertusuk sebuah ironi karena tak
bisa mengendalikan.
Hanya bermodal gambar tak pantas
yang bukan karyanya.
Petugas datang membawa anak itu.
Namun hukum harus tetap berlaku!
Kata seorang pembela di sana.
Kemudian jika kita menelisik lebih
dalam lagi.
Kenapa hanya mereka yang kecil?
Hanya mereka jelata yang diurus
kasus hukumnya.
Sedangkan orang-orang tinggi?
Terkena kasus korupsi dibiarkan
bebas.
Atau boleh jadi tinggal bayar silakan anda ke luar.
Dan kami akan lupakan!
Apalah arti kata merdeka, bila negeri ini pun masih penuh dengan sampah-sampah busuk . . .
Sejarah ditaburi dengan debu-debu fiksi . . .
Yang berjasa dilupa, dan yang berkuasa di puja . . .
Apalah arti kata merdeka, bila saling adu kata pun lebih bijak dibanding adu logika . . .
Absurd!!!
Negeri ini memang absurd . . .
Soeara Perempoean
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546
Ada cinta yang kadang terlewat. Di mana cinta menjadi
sebuah rasa kepedulian terhadap kehidupan sekitar dan Negeri yang kita diami. Itulah
cinta, ia juga mampu menyentuh keindahan sebagai wujud rasa cinta tanah air. Nasionalisme . . .
Apalah arti kata merdeka, bila negeri ini pun masih penuh dengan sampah-sampah busuk . . .
Sejarah ditaburi dengan debu-debu fiksi . . .
Yang berjasa dilupa, dan yang berkuasa di puja . . .
Apalah arti kata merdeka, bila saling adu kata pun lebih bijak dibanding adu logika . . .
Absurd!!!
Negeri ini memang absurd . . .
Soeara Perempoean








0 comments:
Post a Comment