Thursday, 27 August 2015

KOPI, LY



Selamat malam, Ly? Apakah saat ini kau sedang sibuk membaca sambil menikmati secangkir kopi hitam kesukaanmu? Aku tahu, bahkan sampai saat ini kau hanya akan menambahkan satu sendok teh gula saja ke kopimu. Itu kebiasaanmu! Ly, aku rindu. Tidakkah kau ingin ucap sesuatu? Seperti saat itu, di tempat kenangan kita.

“Darimana kau tahu aku merindukanmu?”

“Hahhaa, aku bisa membaui rindu itu Ly.”

“Membaui? hidungmu bahkan terlalu pesek Ra. Aku tak yakin.”

“Aaaah Ly.”

Malam ini kenangan itu bahkan masih terasa manis. Tapi Ly, tadi aku mencoba membuat secangkir kopi kesukaanmu. Dengan takaran dua setengah sendok teh kopi dan satu sendok teh gula. Aku sungguh tidak suka rasanya. Yang aku bingung, lidahmu terbuat dari apa Ly? Ini pahit, hmmm.

Ly, semua gaya dan sifatmu selalu membuatku ingin mengikutimu. Aku sendiri tidak tahu kenapa dirimu bisa begitu ajaib. Aaah iya Ly, jika aku rindu, kenapa aku tidak meneleponmu saja?

# Nepok_jidat


*****

Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546



Categories:

0 comments:

Post a Comment