Thursday, 27 August 2015

TUNGGU AKU PULANG BAWA HARAPAN




Gemericik gerimis mulai menggelayut mesra
Bulir-bulir air yang menggelincir mulai mencibirku
Aku duduk di perbatasan senja
Bayangkan siluetmu yang masih kurindukan

Kelabu makin mengutuk orange
Senja sebentar lagi malam
Sayang, masihkah ingat kisah kita?
Aku di sini masih setia

Aku tahu setiap malam kau risau
Jangan pikir ku akan tinggalkanmu
Sabar dan jangan menangis sayang
Tunggu pelukku saat aku pulang

Langit mulai pekat dan gelap
Hujan telah lelah untuk menetes
Dinginku beku dalam kesepian
Tak ingin selimut tetangga menghangati

Bingkai wajahmu selalu kusimpan
Senyum simpulmu selalu kukenang
Jangan dengarkan gosip murahan
Kau tak akan kulukai

Desau angin menghempas nafas kerinduan
Bayangkan kau memeluk dinginku
Aku sama sepertimu
Masih dan akan selalu cinta kamu

Raut wajahku kini kusam
Potret lampu kota mulai menyilaukan
Sayang, siluet wajahmu makin membayang
Hatiku rindu makin bimbang

Malam semakin lelah membungkus ragaku
Suara sunyi mulai meninabobokan
Selamat malam cinta dan kesetiaan
Tunggu aku pulang bawa harapan

By : Icha Mamusu 

.. Terpilih menjadi kontributor dalam lomba puisi yang diadakan penerbit pucuk langit.... dan telah dibukukan ke dalam buku antologi puisi....

Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546

Categories:

0 comments:

Post a Comment