Doaku untuk Ayah Ibu
Langkah
kecil melintas terhuyung
Menggenggam
kuat telapak tangan
Masih
teringat siluet tubuh kecilku
Saat
aku takut-takut belajar berjalan
Kini
aku beranjak dewasa
Tapi
tetap kurasa hangat kasihmu
Sayang
tulus tak tergantikan
Yang
tak mampu aku membalasnya
Duniaku
memang sepetak
Namun
bahagia karena mereka
Kasih
sayang yang selalu sepanjang masa
Menemani
dalam setiap hirup nafasku
Ayah,
seperti jiwamu aku lahir
Lihat
senyumku mirip Ayah
Tapi
aku tidak sekuat dirimu
Ayah,
boleh anakmu ini bertanya?
Seberapa
lelah dirimu?
Ayah,
tiap sore kau pulang dengan wajah lelah
Menghabiskan
tenaga jadi buruh kurang berharga
Tiap
hari kau sabar walau gaji hanya seberapa
Itu
semua demi kami keluarga kecilmu
Ibu,
sembilan bulan kau mengandung
Berharap
aku lahir menjadi malaikat kecil
Dan
lihat kini aku cantik seperti Ibu
Tapi
aku tidak semulia dirimu
Ibu,
tiap hari kau susah payah menata moral kami
Demi
anak agar tumbuh jadi berguna
Tiap
hari kau selalu bersabar
Demi
doa agar kami bahagia
Tuhan,
andai aku bisa menghapus keriput susah
Andai
aku bisa menghapus guratan-guratan kelu
Dan
andai aku bisa membalas kasih indahnya
Kristal
bening itu tak akan mengalir di sudut mata mereka
Tuhan,
jaga mereka dan berilah kebahagian
Sebagaimana
diriku bahagia atas kasih sayangnya
Hapuslah
guratan lelah di sela senja mereka
Lukiskanlah
senyum simpul pelangi untuk mereka
by : Icha Mamusu
..
Puisi ini terpilih menjadi Kontributor di even lomba puisi yang
diadakan oleh Gerbang Sastra dan telah dibukukan ke dalam buku antologi
puisi . Dengan tema "100 makna suara kasih sayang Ayah Bunda"...
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546
Cinta dapat tumbuh dalam bentuk lain. Dalam
untaian nada-nada indah yang merajut doa, dalam ungkapan kerinduan atas belai
kasih, cinta itu terus mengaliri kita.
Sejuk tanpa perlu memikir pamrih. Itulah cinta terkasih dari Keluarga, Orangtua
kepada anak, atau sebaliknya.









Terharu kak
ReplyDeletehehehe :D
DeleteIya pingin nangis,,,kalo ngrasa kita gak akan bisa balas budi ke orang tua
ReplyDeleteThanks uda mampir baca
Delete