Saturday, 22 August 2015

Doaku untuk Ayah Ibu



 
Doaku untuk Ayah Ibu
  
Langkah kecil melintas terhuyung
Menggenggam kuat telapak tangan
Masih teringat siluet tubuh kecilku
Saat aku takut-takut belajar berjalan

Kini aku beranjak dewasa
Tapi tetap kurasa hangat kasihmu
Sayang tulus tak tergantikan
Yang tak mampu aku membalasnya

Duniaku memang sepetak
Namun bahagia karena mereka
Kasih sayang yang selalu sepanjang masa
Menemani dalam setiap hirup nafasku

Ayah, seperti jiwamu aku lahir
Lihat senyumku mirip Ayah
Tapi aku tidak sekuat dirimu
Ayah, boleh anakmu ini bertanya?
Seberapa lelah dirimu?

Ayah, tiap sore kau pulang dengan wajah lelah
Menghabiskan tenaga jadi buruh kurang berharga
Tiap hari kau sabar walau gaji hanya seberapa
Itu semua demi kami keluarga kecilmu

Ibu, sembilan bulan kau mengandung
Berharap aku lahir menjadi malaikat kecil
Dan lihat kini aku cantik seperti Ibu
Tapi aku tidak semulia dirimu

Ibu, tiap hari kau susah payah menata moral kami
Demi anak agar tumbuh jadi berguna
Tiap hari kau selalu bersabar
Demi doa agar kami bahagia

Tuhan, andai aku bisa menghapus keriput susah
Andai aku bisa menghapus guratan-guratan kelu
Dan andai aku bisa membalas kasih indahnya
Kristal bening itu tak akan mengalir di sudut mata mereka

Tuhan, jaga mereka dan berilah kebahagian
Sebagaimana diriku bahagia atas kasih sayangnya
Hapuslah guratan lelah di sela senja mereka
Lukiskanlah senyum simpul pelangi untuk mereka



by : Icha Mamusu


.. Puisi ini terpilih menjadi Kontributor di even lomba puisi yang diadakan oleh Gerbang Sastra dan telah dibukukan ke dalam buku antologi puisi . Dengan tema "100 makna suara kasih sayang Ayah Bunda"... 



Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546

 
Cinta dapat tumbuh dalam bentuk lain. Dalam untaian nada-nada indah yang merajut doa, dalam ungkapan kerinduan atas belai kasih,  cinta itu terus mengaliri kita. Sejuk tanpa perlu memikir pamrih. Itulah cinta terkasih dari Keluarga, Orangtua kepada anak,  atau sebaliknya.





Categories:

4 comments: