Jarum
jam di tangaku masih saja berdetik melajukan waktu yang semakin lama - semakin
lambat. Handphoneku berdering, telepon masuk dari…………. aku buru-buru menjawabnya.
“Assalamu’allaikum?”
suara seseorang di seberang sana.
“Wa’allaikumssalam.”
Jawabku pendek.
Senyum
jelas terlukis di wajahku. Suara itu akhirnya kudengar lagi, menyapa negeri sepetak
duniaku. Kami saling bertanya kabar. Membahas segala sesuatu yang perlu
dibahas. Senja mulai perlahan hilang dan berganti petang.
“Mas,
kapan pulang?” tanyaku mulai merajuk dengan segenap rinduku.
“Sabar
Dek, kuliah Mas masih sibuk. Mas belum tahu kapan akan pulang Dek. Bulan depan
nanti, Mas juga sibuk mengurus skripsi. Maaf.”
Sudah
2 tahun, 7 bulan, lebih 2 hari gumamku. Dari musim hujan berganti kemarau, dari kemarau
berganti hujan. Dan kini musim
hujan akan kembali menjadi musim
kemarau lagi. Aku terdiam dan
mencoba mengumpulkan semangat kesabaranku. Suara adzan maghrib sayup-sayup
terdengar di sela hujan. Merdu mengagungkan panggilanNya.
Aku
tak henti-hentinya merajut doa yang kuselipkan bersama turunnya hujan. Masih
menggenggam janji kesetiaan untuknya. Dan akan terus berharap Mas Isyam cepat
pulang dengan segenap cinta yang dia janjikan.
“Jangan
pernah lelah untuk menungguku Dek, ingat semua impian-impian kita. Aku akan datang
untuk melamarmu jika saatnya tiba.” Katanya menguatkanku.
“Iya
Mas. Aku akan
mencoba sabar demi impian kita.” Kataku sedikit menahan sesak di hatiku, hendak
menangis lagi.
“Hmm,
Mas kangen Adek.” Katanya mencairkan segumpal rindu yang sedari tadi beku.
Rindu
memang selalu sesak Mas. Menurutku. Apalagi aku menunggu seseorang yang sudah
lama aku nantikan. Setiap hari hanya seperti ini. Berkomunikasi lewat
handphone. Tak bisa melihat wajah dan senyummu. Kadang kau juga tidak
menghubungiku jika sibuk kuliah. Aku paham. Tapi bagaimana dengan rinduku?
Rinduku tak pernah bisa paham akan waktu dan musim yang terus berganti.
*****
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








0 comments:
Post a Comment