Ketika embun menggelayut mesra.
Kucumbui
mimpi yang merana.
Terbangun,
lalu hilang : pasrah.
Di
mana letak kata lelah?
Biar
layu pun kutelaah.
Tak
dapatkah mimpi terjawab?
Agar
harap tak terjerembab.
Sudah kusemai benih kesejukan.
Menanti
hujan tuk tenangkan.
Namun
dalam kemelut mayapada.
Mimpi
itu lebur tak terduga.
Aku
kecewa!
Pada
detik yang tak jua mendukung.
Pada
ambisi yang terlalu mengukung.
Dan
biar kulekatkan asa,
di
atas jumantara.
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








0 comments:
Post a Comment