Soe Hok Gie . . .
Sebuah nama tentang wajah Indonesia. Tentang semangat dan
sekaligus nasib kelu sebuah perjuangan. Tentang idealisme anak muda yang
kukuh di tengah carut-marut penantian akan nasib. Nasib yang semua diri
tidak pernah ada yang tahu, apa pastinya yang akan terjasi di negeri
ini.
Soe Hok Gie . . .
Sebuah nama yang bukan sekadar untuk diingat sebagai
sejarah atau seperti tanda di tengah semesta. Lebih dari itu nama untuk
membangkitkan tentang semangat bagi orang yang masih percaya akan
keadilan dan kebenaran. Nama yang murung dan miris di tengah kepongahan
orasi penguasa, kerasnya kaki-kaki militer, dan lacurnya kepala para
akademisi.
Hari itu saat saya sedang asyik berkelana di google, saya tak sengaja membaca sinopsis buku "Malam untuk Soe Hok Gie". Judulnya sangat membuat saya tertarik. Bagaima tidak, saya begitu mengagumi sosoknya. Alhasil saya pun mencari-cari buku tersebut, tapi memang sangat sulit sekali, hingga akhirnya saya menemukannya di sebuah toko buku online. Stock yang tertera tinggal satu dan itu pun sudah jadi stock gudang karena sudah begitu lama. Tanpa pikir panjang, saya pun segera memesannya.
Dan sekitar empat hari, buku "Malam untuk Soe Hok Gie" itu pun sampai di tangan saya. bergegaslah saya membacanya. Satu hari saja sudah selesai, kisahnya unik dan sangat menarik. Gaya bahasa yang keren dan sebuah imajinasi yang sangat tinggi begitu indah disampaikan penulis bukunya.
Herlinatiens, dalam novel ini mengingatkan kita nama indah itu. Tapi
bukan sekadar sebagai prasasti indah seperti pada lembar-lembar buku
sejarah yang seringkali meninabobokkan kita. Lebih dari itu. Ia
menempatkannya sebagai laki-laki, dengan segala keterbatasan dan
kelebihannya, yang dicintai banyak perempuan. yang ternyata juga
bergulat dalam, dengan dan atas nama cinta. Cinta yang dirinya sendiri
tidak sepenuhnya memahami, tapi ingin sekali dirinya merasai.
Di sini ada tokoh seorang gadis yang bernama Kalsita. Gadis yang cerdas, pemberani dan begitu sangat mencintai Gie. Gadis itu bahkan bisa menakhlukkan Untung, A Yani, dan Soekarno hanya untuk lelaki kesangannya, Soe Hok Gie. Berkali-kali pula saya baca novel ini, dan tak pernah bosan.
Ini bisa jadi referensi bagus bagi para pecinta sastra. Tapi saya rasa hanya cocok dibaca untuk yang sudah berumur 18th ke atas, karena genrenya yang merupakan novel dewasa. . . :)
Banyak yang cari buku ini, tapi jarang yang dapat tapi Alhamdulillah, keberuntungan berada di pihak saya. Dan buku ini termasuk dari jajaran buku kesayangan saya . . .
*****
*****
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








Novel nya boleh sewa kah?
ReplyDelete