Negeri ini memang ada-ada saja. Setelah berkecamuk dengan berbagai permasalahan politik yang semakin kotor, prostitusi, korupsi, narkoba dan lain sebagainya. Sekarang harus berurusan dengan berbagai masalah kebutuhan pokok bagi warganya. Kali ini bukan lagi berita tentang kenaikan harga pangan yang tentunya suda biasa kita dengar, tapi berkaitan dengan beredarnya segala macam bahan pangan yang tak layak konsumsi. Saos dengan campuran bahan kimia, makanan dan minuman kemasan kadaluarsa, obat kadaluarsa, kue dengan kandungan ganja, dan sekarang malah beras dengan kandungan plastik.
Yah, beras sintetik tersebut ditemukan seorang warga Bekasi seorang penjual bubur saat hendak memasak beras, namun ia melihat kejanggalan pada beras yang ia masak. Rasa-rasanya, pemerintah memang perlu melakukan banyak perubahan karena dengan melihat kejadian seperti ini saja berarti pemerintah telah lengah dalam urusan perlindungan warganya.
Entah siapa yang menjadi dalang dalam permasalahan pangan ini. Makanan yang seharusnya kita konsumsi dapat memberikan manfaat malah memberikan kita banyak penyakit. Kandungan plastik yang terdapat dalam beras sintetik juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Plastik mengandung senyawa karsinogenik yang dapat apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Selain itu kandungan zat dioksin yang terdapat dalam plastik juga dapat mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.
Padahal sejatinya, beras yang telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia ini seharusnya mengandung banyak kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, dan vitammin B. Apabila pemerintah tidak segera melakukan tindakan tegas maka bisa dipastikan kejadian tersebut dapat terulang lagi atau malah lebih parah dari itu. Kita sebagai masyarakat pun harus waspada dalam memilih bahan pangan, terutama beras yang sekarang ini beredar di pasaran.
Cukup kenali ciri-ciri beras yang hendak kita beli. Beras yang asli biasanya mudah dipatahkan, warnanya juga tidak terlalu bening dan wanginya pun bau padi. Sedangkan beras yang mengandung plastik warnanya lebih bening, susah dipatahkan dan apabila dicuci dan dimasak tidak dapat menyatu sepenuhnya dengan air.
Itulah rupa-rupa dan warna-warni negeri di jantung reformasi. Semoga negara ini selalu dikaruniai kemakmuran yang dapat dinikmati bersama dengan para rakyatnya. Bukan lantas hanya menjadi kenikmatan bagi para kapitalis-kapitalis licik. Semoga juga beras sintetik dapat dicegah peredarannya. Beras saja ada yang sintetik, dan jangan sampai negeri ini dan manusia-manusianya menjadi sintetik pula berbalut dengan kepalsuan.
*****
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








0 comments:
Post a Comment