Monday, 11 May 2015

GUE MAH GITU ORANGNYA


Jadi orang dewasa menyenangkan, tapi susah dijalanin. Hehehe, kenapa? 

Setiap orang yang beranjak dewasa maka dalam perjalanan hidupnya pun ia akan dituntut untuk lebih bisa bersikap bijak dalam menghadapi sesuatu. Tak jarang pula semakin bertambah dewasa seseorang, maka semakin bertambah pula permasalahan yang akan ia hadapi. So, bagaimana cara mengatasinya? Karena salah-salah kita bertindak, justru hal itu akan menjerumuskan kita ke dalam kubangan yang becek penuh dengan  kekalutan. Sedangkan sering pula kita dengar perkataan, "hidup sudah susah maka jangan dibikin tambah susah."

Berbeda dengan kehidupan kita ketika masih kanak-kanak. Sewaktu kecil kita jarang sekali menggunakan logika kita, tidak pernah memikirkan masalah, selalu ceria, dan bahagia. Sesekali kita juga pernah menangis mungkin karena kita kurang mengerti. Pernah kita menangis meminta mainan kepada orangtua, bertengkar dengan sesama teman atau menangis karena ketakutan. Tapi anak kecil pun tidak pernah menyimpan kesedihannya terlalu lama, karena dalam hitungan menit suasana hatinya akan cepat berubah dengan sendirinya dan kembali ceria. 

Anak kecil juga mampu membuat kita orang dewasa merasa bahagia. Bayangkan saja, ketika kita melihat mereka tertawa begitu sumringah serasa tak ada beban, kita yang melihat pun bisa ikut merasa bahagia. Anak-anak juga mempunyai imajinasi yang tinggi, mereka punya kebebasan yang begitu indah. Beda dengan orang-orang yang telah dewasa, sekelumit masalah akan tetap menghampiri walaupun kita mencoba untuk meletakkannya sejenak. Tapi meskipun demikian, kita juga tak perlu mendramatisir kehidupan. Belajarlah dari anak kecil, maka kita pun akan merasa bahagia. 

Anak kecil adalah pemaaf yang bijak, mereka tak pernah menyimpan dendam. Marah pun tak akan lama-lama. Mereka juga ajaib karena mampu menebar kebahagian bagi banyak orang. Polos dan jujur, mereka adalah malaikat-malaikat kecil yang menghiasi kehidupan dengan ke-apa-adaaannya. Tulus dengan senyum manis dan keceriaannya. Mereka juga tak pernah betah berlama-lama dengan kesedihan. Itulah kenapa kehidupan mereka serasa seperti sebuah lolipop yang manis dan penuh warna. Mungkin kita pun bisa menerapkannya, setidaknya kita tidak akan merasa berat menjalani hidup melainkan akan terasa ringan dengan kita punya sifat-sifat seperti itu. 

Tapi bukan berarti pula kita harus bersikap kekanak-kanakan yang hanya bisa merengek, ngambek dan menyalah-nyalahkan apa yang kita alami. Tetap ada kontrol yang mampu membuat kita berpikir seimbang, pada Tuhan, sesama dan sebagainya. Bebaskanlah imajinasi kita sebebas-bebasnya, karna hidup bukan untuk mengecap rasa monoton saja melainkan banyak rasa dan warna yang perlu kita jamah.

Jadi dewasa emang susah, tapi gue si santai aja. Gue mah gitu orangnya. . . :)


Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546

Categories:

0 comments:

Post a Comment