Saturday, 5 September 2015

JASMERAH!!!





Lunglai, saya berjalan. Pulang! 

Inilah kota dengan sejuta teka-tekinya yang menyeret saya untuk kembali bernostalgia. Sederet nama pernah menjadi pejuang yang hebat di sini. Pemikir-pemikir besar bangsa pun pernah disingkirkan hanya demi kepalsuan. Setiap jalan menjadi saksi bisu di mana darah dan peluh pernah bercecer. 

Sejarah, kini dalam perjalanannya hanya bagaikan dongeng. Entah bagaimana nanti generasi penerus akan memaknai negeri ini. Pers yang seharusnya jadi sahabat rakyat, yang seharusnya memberikan kebenaran pun dibungkam. Catatan lusuh dan arsip masa lalu juga disulap menjadi bukan fakta lagi.

Lalu apa guna sejarah bila hanya untuk ditutup rapat-rapat? Apa guna ada media cetak, media elektronik jikalau hanya untuk menampilkan kepalsuan dari gurita-gurita istana?

Negeri ini memang payah!

Kader politik makin serakah, rakyat makin pasrah. Rasa-rasanya ingin saya coreng muka Rahwana yang menduduki kursi kuasa. Atau saya tinju itu wajah licik Sengkuni yang bertahta jadi wakil rakyat.

Negeri ini terlalu absurd untuk dimengerti, Bung. Dan percumalah kau bilang “JASMERAH” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Anak cucumu telah terkontaminasi dusta!



Categories:

3 comments: