Lembut mengasingkan sebuah waktu.
Menyeretnya menjadi detik yang
memudar.
Manusia, segumpal daging yang
bernyawa.
Dicipta dari saripati tanah atas
izinNya.
Melantunkan kidung tatakrama,
berperangai manusiawi.
Menjaga dunianya,
dari daulat setan kuasa.
Ketika wujud kecilnya lahir,
dari rahim wanita bijaksana.
Sang Ayah melantunkan nada,
merajut doa kegembiraan.
Berharap bonanza tumbuh,
lingkari alam semesta.
Kasih dan sayang menjadi selimut.
Menghangatkan dan merengkuh dalam
tenang.
Kemudian, tumbuhlah kedewasaan.
Cinta menghias dirinya.
Dua insan pun merajut tali romansa.
Bercinta di hadapan semesta,
membuat iri deretan zaman.
Oh Tuhan, penjaga alam semesta.
Maha menciptakan dan meniadakan ada.
Bimbinglah kami daki-daki kehidupan.
Agar tak sesat bagai kelana tanpa
peta,
dan tak jatuh tanpa makna.
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








0 comments:
Post a Comment