Tak ada lagi sikap netral dalam konsep diri
Yang dipilih adalah yang banyak memberi
Kini moral penguasa dan rakyat telah
dekadensi
Di sana teriak menang di sini teriak menang
Semua buta, berharap jaya rela jadi pecundang
Segala aspirasi demokrasi pun mengambang
Mendukung dimanjakan, tidak mendukung
ditendang
Awan biru sudah hilang kawan, semua makan
zaman edan
Sumpah-sumpah demi kesejahteraan tapi
manipulasi ditinggikan
Pencitraan jadi keindahan yang menebar krisis
kepercayaan
Jelata-jelata mendongak ke atas bermimpi
tentang harapan
Tikus hitam main gerilya di ajang pemilu
Inikah sudut pandang dari demokrasi palsu?
Apa masih ada kata untuk rakyat di tengah
pilu?
Sedangkan yang di atas seperti berjuang demi
nafsu
Kudus, 11 Juli 2014
Puisi Icha Mamusu yang berjudul “Demokrasi
Palsu” ini, terpilih menjadi kontributor dalam lomba puisi yang diadakan oleh
penerbit Goresan Pena Publishing dan dibukukan ke dalam buku antologi puisi
dengan tema “Teriakan Tentang Pilpres”.








Terlalu pendek
ReplyDelete