Thursday, 27 August 2015

DEMOKRASI PALSU



Sebuah pertarungan politik melanda negeri
Tak ada lagi sikap netral dalam konsep diri
Yang dipilih adalah yang banyak memberi
Kini moral penguasa dan rakyat telah dekadensi

Di sana teriak menang di sini teriak menang
Semua buta, berharap jaya rela jadi pecundang
Segala aspirasi demokrasi pun mengambang
Mendukung dimanjakan, tidak mendukung ditendang

Awan biru sudah hilang kawan, semua makan zaman edan
Sumpah-sumpah demi kesejahteraan tapi manipulasi ditinggikan
Pencitraan jadi keindahan yang menebar krisis kepercayaan
Jelata-jelata mendongak ke atas bermimpi tentang harapan

Tikus hitam main gerilya di ajang pemilu
Inikah sudut pandang dari demokrasi palsu?
Apa masih ada kata untuk rakyat di tengah pilu?
Sedangkan yang di atas seperti berjuang demi nafsu

Kudus, 11 Juli 2014

Puisi Icha Mamusu yang berjudul “Demokrasi Palsu” ini, terpilih menjadi kontributor dalam lomba puisi yang diadakan oleh penerbit Goresan Pena Publishing dan dibukukan ke dalam buku antologi puisi dengan tema “Teriakan Tentang Pilpres”.


Categories:

1 comment: