Seberapa jauh aku boleh memperdulikanmu?
Seberapa jauh pula aku boleh berharap demi kebaikanmu?
Doa, aku sendiri terus merapal doa untukmu.
Tapi, boleh kutanya apa kau keberatan jika aku sperti itu?
Aku hanya merasa kita sudah dekat.
Jadi apa yang kau rasa aku juga ingin rasa.
Lalu bagaimana pula aku bisa biasa?
Dan biarlah jika kau tak suka.
Tapi aku memang merasa . . .
...............................................................................................................
Akulah mahluk yang naif ketika bilang cinta.
Aku lebih senang melihat air matamu dan sedu sedan itu,
dari pada kau tertawa hanya untuk buatku bahagia.
Dan pada akhirnya tak satu setan pun tahu apa arti diriku buatmu . . .
....................................................................................................................
Pinjam dadamu dan peluklah aku.
Belailah kepalaku dengan kelembutanmu.
Ceritakan padaku tentang sebuah kisah.
Kehidupan yang pahit dengan selimut cinta yg manis.
Nyanyikan untukku sebuah lagu.
Hingga aku terlelap seperti bayi kesayanganmu.
Dan biarkan aku mendengkur dengan napas kedamaian,
lalu bermimpi dengan manis senyummu.
Maaf sayang, aku manja . . .
Karena cintamu terlalu perkasa.
.............................................................................................................
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546









