Friday, 15 May 2015

SEBARIS RINDU EDISI LAPAR


Entah mengapa rasanya saya jadi rindu dengan kota masa kecil yang selalu indah buat saya. Kota yang penuh kenangan karena banyak masa-masa menyenangkan saya habiskan di sana. Keluarga yang hangat dan saudara-saura sepupu yang selalu seru dalam berbagi hal apapun membuat saya sangat rinduuuuuu.

Kota Pati, itulah sebuah kota yang menjadi tujuan saya ketika hari raya tiba. Mudik bersama keluarga pun menjadi hal wajib yang selalu kami lakukan. Tapi sekarang suasananya menjadi agak berubah setelah kepergian Ma'e (nenek) dan Yai (kakek) begitu saya panggil mereka biasanya. Sepi, padahal dulu mereka berdualah yang menjadi alasan saya selalu tidak sabar untuk bisa cepat sampai di pati, walaupun jarak dari rumah (Kudus) ke sana hanya kurang lebih satu jam saja. 

Tempat yang paling menyenangkan ketika malam datang adalah Simpang Lima Kota Pati. Temaram lampu kota, hiasan lampu kerlap-kerlip, banyaknya lapak penjual makanan yang bisa kita temui mulai dari pukul 17.00, hiburan permainan untuk anak-anak, dan keramah-tamahan malam yang begitu indah menghiasi suasananya. Di sana juga saya sering habiskan waktu bersama dengan sepupu-sepupu saya. Mencicipi kuliner khas pati dan terlebih adalah makanan favorit saya yang tak bisa didapat di mana pun kecuali di pati. Namanya empek-empek hampir mirip dengan pempek, yang membuat beda adalah isian dan rasa kuahnya. 

Empek-empek sendiri terdiri dari potongan bakwan jagung, lumpia isi mie, gorengan tepung yang gurih, tahu, dan tempe yang selanjutnya disiram kuah. Kuahnya bening hampir mirip dengan kuah bakso hanya saja tidak terasa ada kaldu dagingnya. Tak lupa, kuah itupun dilengkapi dengan guyuran saus kacang yang khas, lembut dan begitu lezat. Kecap dan saos jadi pelengkap, dan yang menambah rasa segarnya adalah acar timun dengan potongan cabe hijau yang pedas. Hmmmm yuummyy cita rasa unik pun akan kita nikmati ketika menyantap empek-empek . . . :p

Di warung tenda empek-empek yang berada di depan Masjid Agung Pati, saya dan sepupu-sepupu saya biasa duduk lesehan, di pinggir trotoar Simpang Lima Pati. Bercanda bersama sembari menikmati hidangan lezat dengan pemandangan keramaian yang begitu asyik. Beratap langit gelap Kota Pati dan jika beruntung maka bintang gemintang pun akan turut mengihiasi. Serruuuuu.

Ah, saya jadi rindu. Dan semoga saya segera ada waktu untuk ke sana lagi. Terlebih bisa mencicipi kembali makanan favorit saya, empek-empek Lek Tugino. Haaaiihh :(

Sekian sebaris rindu yang bisa tersampaikan. Semoga senyum selalu menghiasi wajah kalian . . . :)

#EdisiLapar


Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546




Categories:

0 comments:

Post a Comment