Thursday, 9 October 2014

GADIS SENJA


Gadis Senja berjalan mengukur tapak
Menelusuri kerikil-kerikil kehidupan
Hening tanpa suara, bungkam tanpa harap
Berjalan dengan telanjang kaki


Mengembangkan payung-payung asa
Menolak rerintik yang bersiap turun (takdir)
Menatap haru hilannya sang surya
Kosong, hampa dengan sedikit sesak

Kepalsuan menjamah sisi kemanusiaan
Menelanjangi kodrat malu yang ada
Menuangkan racun ke dalam cawan
Seolah sejuk, tenang dan menyegarkan

Gadis Senja merenung menatap sayu
Ada lentera yang hampir padam (nyawanya)
Remang, gelap dan malam pun tiba
Selamat tinggal, ia berucap lirih

Inilah sisi kegelapan cermin nelangsa
Gadis Senja telah berlumur darah
Jantungnya tertembus peluru keterpaksaan
Raganya mati, jiwanya pergi


by : Icha Mamusu 

Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/ atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546
Categories:

0 comments:

Post a Comment