Bumi goyah menuturkan kisah.
Mentari melacurkan sinarnya.
Berusaha mencumbu kekeringan.
Semua makhluk mendesis parau.
Retak tanah gersang tak bernyawa.
Melantunkan kesepian tanpa warna.
Oh bumiku gundul tak lagi perawan.
Sucinya ditebang, kayanya
dieksploitasi.
Gundukan kekesalan telah menggunung.
Perut-perut buncit memegang
kekuasaan.
Harta bumiku dicongkeli, rusak
sudah.
Emasnya melayang, pulaunya
telanjang.
Semoga Negeri ini tak terus ironi.
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








0 comments:
Post a Comment