Sore, di stasiun kereta. Itulah isyarat perpisahan. Aku menatapnya
lamat-lamat. Tak ada lagi yang namanya janji persahabatan. Harusnya dari
awal pun aku sadar bahwa ini semua hanyalah sebuah kisah klasik tentang
pertemanan. Dan yah, hari inilah kenyataannya.
“Satu bulan lagi aku akan menikah, apa kau mau datang ke pernikahanku? Ucapnya sembari manatapku.
“Untuk apa aku harus datang, aku bisa mengacaukan perasaannya.” Kataku tersenyum getir.
“Tapi bukankah kau . . .”
“Iya, aku temanmu. Tapi bukan temannya, walaupun aku . . . .”
“Menganggap aku dan dia kakakmu?”
Kereta sudah penuh sesak dengan penumpang. Suara pemberitahuan keberangkatan penumpang membumbung di lorong-lorong stasiun. Memotong waktu yang tak ingin berlalu.
“Pergilah.”
“Kau akan tetap jadi sahabatku meskipun aku nanti sudah menikah dengannya.”
“Tapi dia tak akan mengijinkan itu.”
Kereta perlahan mulai menjauh. Sam masih berdiri mengamping di pintu, menatapku. Tangannya melambai, senyumnya enggan mengucap kata perpisahan. Tapi harus aku katakan, selamat tinggal Sam.
“Satu bulan lagi aku akan menikah, apa kau mau datang ke pernikahanku? Ucapnya sembari manatapku.
“Untuk apa aku harus datang, aku bisa mengacaukan perasaannya.” Kataku tersenyum getir.
“Tapi bukankah kau . . .”
“Iya, aku temanmu. Tapi bukan temannya, walaupun aku . . . .”
“Menganggap aku dan dia kakakmu?”
Kereta sudah penuh sesak dengan penumpang. Suara pemberitahuan keberangkatan penumpang membumbung di lorong-lorong stasiun. Memotong waktu yang tak ingin berlalu.
“Pergilah.”
“Kau akan tetap jadi sahabatku meskipun aku nanti sudah menikah dengannya.”
“Tapi dia tak akan mengijinkan itu.”
Kereta perlahan mulai menjauh. Sam masih berdiri mengamping di pintu, menatapku. Tangannya melambai, senyumnya enggan mengucap kata perpisahan. Tapi harus aku katakan, selamat tinggal Sam.
*****
Simak juga puisi dan lembaran cerita yang lainnya di http://soearaperempoean.blogspot.com/
atau buka di fanspage https://www.facebook.com/pages/Soeara-Perempoean/474156479396546








Persahabatan yang dilupakan
ReplyDelete